Adakalanya jantung kita tidak mampu atau gagal menjalankan tugasnya dengan lancar. Kondisi ini disebut sebagai gagal jantung atau jantung lemah.
Gagal jantung bisa disebabkan berbagai penyakit. Antara lain, penyakit kronis, seperti jantung koroner, darah tinggi, dan kencing manis. Infeksi virus terutama demam berdarah dan kehamilan juga dapat menyebabkan gagal jantung.
Penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, anemia, hipertiroid, alkohol, narkoba, pengobatan antikanker, penyakit paru-paru kronis, penyakit ginjal, dan kekurangan vitamin B1 juga bisa menyebabkan jantung lemah.
Jika jantung lemah, darah tidak dapat terpompa dengan efektif, sehingga jantung relatif penuh dengan darah. Akibatnya, darah dari paru-paru tidak dapat masuk ke jantung dengan lancar. Paru-paru relatif penuh dengan darah. Bila ini terjadi pasien bisa mengalami sesak dan batuk.
Sayangnya, kadang-kadang masyarakat salah mengartikan keluhan ini sebagai keluhan asma atau sakit paru-paru. Padahal, pengobatannya sama sekali berbeda.
Rasa sesak yang dialami umumnya terjadi saat beraktifitas. Namun, untuk gagal jantung yang makin berat, saat diam pun, napas sudah sesak dan jika tidur harus menggunakan bantal yang tinggi. Tapi, keluhan gagal jantung tidak terbatas itu saja.
Akibat darah yang terpompa berkurang, suplai darah ke otot dan organ lain juga berkurang. Sehingga, timbul keluhan seperti anemia. Ada keluhan 4 L, yaitu: lemah, letih, lesu, dan lelah.
Suplai darah ke otak yang berkurang juga menyebabkan sulit berkonsentrasi, pusing, mudah bingung, dan gampang lupa. Selain itu, jantung yang lemah akan memompa darah lebih keras, sehingga jantung terasa berdebar atau detak jantung menjadi tidak teratur.
(dari berbagai sumber)
1 komentar:
aku termasuk sakit jantung ya ... hiks :(
Poskan Komentar
Ada komentar?